10 Paradoxes – Mihaly

Posted On December 15, 2009

Filed under Random

Comments Dropped leave a response

Kaum-kaum kreatif diibaratkan memiliki sifat-sifat yang dijabarkan dalam sebuah teori yang disebut 1o Paradoxes.

Berikut ini adalah 10 sikap paradoks yang dinyatakan oleh Mihaly:

1. Creative people have a great deal of physical energy, but they’re also often quiet and at rest.

Pendapat tersebut ada benarnya juga. Seringkali orang-orang kreatif memilih untuk bertindak secara tenang dan mengalir. Hal ini ada hubungannya dengan proses pencarian ide-ide kreatif yang seringkali membutuhkan suasana penuh ketenangan. Namun, di sisi lain, ada pula orang-orang kreatif yang membutuhkan hal-hal gaduh, menantang, dan jauh dari kesan berdiam diri untuk menggali ide-idenya.

2. Creative people tend to be smart yet naive at the same time.

Kata naive pada pendapat di atas perlu digarisbawahi. Hal ini karena naive bisa berarti kepolosan, kesederhanaan, ataupun kekanak-kanakan. Kaum kreatif yang cerdas memang terkadang menyukai sisi natural dari suatu pencitraan. Mereka mampu menafsirkan sebuah kesederhanaan dalam karya yang menakjubkan. Apabila kata ini dikaitkan dengan sisi kekanak-kanakan, maknanya akan berhubungan dengan bagaimana seseorang yang kreatif menggunakan sisi kekanak-kanakannya untuk mendapatkan kesederhanaan seperti yang tersebut di atas karena sisi kekanak-kanakan terkadang menimbulkan suatu hasil karya yang lebih jujur dan orisinil.

3. Creative people combine playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility.

Saya setuju dengan pendapat tersebut. Kaum kreatif sangat mengerti kapan mereka harus mengikuti sifat bermain-mainnya dan kapan mereka harus berdisiplin dalam melakukan penyelesaian sebuah karya. Hal tersebut semata-mata untuk menciptakan karya-karya yang tidak monoton, baru, dan orisinil. Responsibility dan irresponsibility dalam hal ini berkaitan dengan sisi “out of the box” seseorang yang kreatif. Seringkali ide-ide mereka menyentuh hal-hal “yang tidak dapat dipertanggungjawabkan”, maksudnya adalah menembus batas tabu khalayak. Maka dari itu, karya-karya yang dihasilkan menjadi tidak biasa.

4. Creative people alternate between imagination and fantasy, and a rooted sense of reality.

Menurut sudut pandang saya, justru sebenarnya orang-orang kreatif bisa menggabungkan antara imajinasi, fantasi, dan realitas. Sesuatu yang imajinatif kemudian bisa diubah menjadi visualisasi fantasi yang berkolaborasi dengan pencitraan dalam realitas, sehingga tidak terpisah antara imajinasi, fantasi, dan realita.

5. Creative people trend to be both extroverted and introverted.

Orang-orang kreatif memang extrovert dalam mencurahkan karya-karyanya. Hasil dari buah ide mereka cenderung lebih jujur dan terbuka ketimbang soal kehidupan pribadi mereka. Dapat dikatakan bahwa kehidupan pribadi mereka lebih cenderung introvert. Jadi benar bahwa orang-orang kreatif memiliki kedua sisi sifat tersebut.

6. Creative people are humble and proud at the same time.

Pernyataan tersebut ada benarnya juga. Seseorang yang kreatif mampu menempatkan kebanggaan mereka atas karyanya dengan sifat rendah hati di waktu yang sama. Tidak semua orang kreatif gila pujian, sehingga orang-orang kreatif yang seperti ini mampu mengatur rasa bangganya sehingga tidak menjadi sombong.

7. Creative people, to an extent, escape rigid gender role stereotyping.

Hal tersebut sudah pasti karena orang-orang kreatif bukanlah orang-orang yang kaku dan stick to the rule. Orang-orang kreatif tidak peduli dengan stereotype dari pihak-pihak tertentu. Orang-orang kreatif lebih menyukai keluar dari comfort zone mereka.

8. Creative people are both rebellious and conservative.

Ya, memang orang-orang kreatif bersifat pemberontak, khususnya pada visualisasi karya-karyanya. Mereka bukanlah kaum yang mau diatur oleh hukum-hukum yang berlaku umum. Namun, orang-orang kreatif juga bisa bersifat konservatif dalam hal-hal yang menurut mereka bersifat teknis. Mereka memilih konservatif terhadap apa yang mereka yakini benar, sehingga akan selamanya mereka ikuti.

9. Most creative people are very passionate about their work, yet they can be extremely objective about it as well.

Tentunya orang-orang yang kreatif sangat bersemangta dalam mencari ide-ide baru yang menghasilkan karya-karya lain yang lebih luar biasa. Tingkat objektivitas mereka terhadap suatu karya sudah pasti tinggi, apabila menurut mereka suatu karya layak untuk dihargai setinggi-tingginya, mereka akan secara supportive melakukannya. Justru sifat objektif mereka memacu tiap diri mereka untuk selalu menigkatkan hasil karyanya.

10. Creative people’s openness and sensitivity often exposes them to suffering and pain, yet also to a great deal of enjoyment.

Orang-orang yang kreatif memang sangat terbuka terhadap hasil karyanya dan secara otomatis mereka menikmati cara mereka mengekspresikan karya-karya mereka. Namun, seringkali kebebasan berekspresi membuat diri mereka mendapat masalah. Sebagai contoh, seniman-seniman yang secara frontal memberi kritik pedas pada pemerintahan di zaman orde baru membawa mereka masuk ke dalam jeruji besi karena dianggap menentang pemerintahan. Namun, tetap saja, jiwa mereka puas.

Kesimpulannya, orang-orang kreatif juga mamiliki beragam sisi yang berbeda-beda dalam kehidupannya, tentang bagaimana cara mereka mengkolaborasikan inajinasi, fantasi, dan realita yang ada sehingga tidak terjebak dalam suatu kebiasaan yang membatasi ruang gerak mereka.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.